25 Mei 2013
“Engga takut kan?” -RS
Bangun sebelum alarm hp sama weker bunyi. Tumben.
Pamitan sama Bi Ona. Dibilang, “Selamat jalan, neng.” Horor sih sebenernya……….
Pamitan sama Pak Lilik si rancu. Bakalan kangen. Tapi kangennya sama nasi uduk sama lontong karinya aja.
Sarapan sendirian di McD. Akhirnya ngidamnya terpuaskan.
Merhatiin jalanan Bandung. Berasa perantau padahal Bandung-Jakarta cuma seiprit jauhnya.
Di travel diajak ngobrol sama uda-uda keladi. Diajak ngobrol, digangguin, digombalin, dikasi petuah + wejangan hidup beserta tetek bengek lainnya. Disuruh pulang kampung juga. Tunggu Saya, Makassar beserta coto-coto yang enak!
Ketemu fettuccine Tante Aminah!
Tiba-tiba random. Mikir sendiri kenapa mau kuliah di Bandung. Kenapa mau diajak ngomong sama uda-uda keladi (topiknya uban pula; uban orang yang duduk di depan).
Semua hal kalau terlalu dipikirin bakal berujung ke pertanyaan yang sama, “Kenapa?”
Tapi kan kalau kata Katherine Mee, ”Why not?”
Maafin kalau Saya random.
